INDEX LAGU MP3 & LIRIK :

| 0 - 9 | A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2014

NETIKA KEBIDANAN DI DALAM DUNIA MAYA

Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan isu utama diberbagai tempat, dimana sering terjadi karena kurang pemahaman para praktisi pelayanan kebidanan terhadap etika. Pelayanan kebidanan adalah proses dari berbagai dimensi.
Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan atau kebidanan. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dan kebidanan dalam mengembangkan profesionalisme selama memberi pelayanan yang berkualitas. Kualitas pelayanan yang tinggi memerlukan landasan komitmen yang kuat dengan basis pada etik dan moral yang tinggi.
Sikap etis profesional yang kokoh dari setiap perawat atau bidan akan tercermin dalam setiap langkahnya, termasuk penampilan diri serta keputusan yang diambil dalam merespon situasi yang muncul. Oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang etika dan moral serta penerapannya menjadi bagian yang sangat penting dan mendasar dalam memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan dimana nilai-nilai pasen selalu menjadi pertimbangan dan dihormati.


PEMBAHASAN

A.    Etika Dalam Pelayanan Kebidanan
Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan isu utama diberbagai tempat, dimana sering terjadi karena kurang pemahaman para praktisi pelayanan kebidanan terhadap etika. Pelayanan kebidanan adalah proses dari berbagai dimensi.
Bidan sebagai praktisi pelayanan harus menjaga perkembangan praktik berdasarkan evidence based  Etika adalah penerapan dan proses dan teori filsafat moral pada situasi nyata. Etika dibagi menjadi tiga bagian, meliputi:
1.    Metaetika (etika)
2.    Etika atau teori moral;
3.    Etika praktik.
Etika atau teori moral untuk memformulasikan prosedur atau mekanisme untuk memecahkan masalah etika. Etika praktik merupakan penerapan etika dalam praktik sehari-hari, dimana dalam situasi praktik ketika kecelakaan terjadi keputusan harus segera dibuat.
Guna etika adalah memberi arah bagi perilaku manusa tentang: apa yang baik atau buruk, apa yang benar atau salah, hak dan kewajiban moral (akhlak), apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan.
Kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat.
B.    Sistematika Etika

Rabu, 29 Januari 2014

MUI: Tes Keperawanan Perlu Masuk Undang-undang

KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Jawa Timur, mendorong pemerintah untuk membuat undang-undang berkaitan dengan tes keperawanan bagi calon siswa untuk masuk sekolah.

Pasalnya, di Kabupaten Pamekasan saja, sudah ada konsensus bagi sekolah-sekolah yang harus mengeluarkan siswa jika sudah tidak perawan atau karena melakukan praktik seks bebas.

Zainal Alim, Sekretaris MUI Pamekasan, kepada Kompas.com, Selasa (20/8/2013), mengatakan fungsi undang-undang itu sebagai tindakan preventif kepada semua pelajar sehingga sekolah bisa mengetahui lebih awal moralitas siswanya.

"Jika di sekolah ada siswa yang mau naik kelas kemudian tidak perawan karena seks bebas, sekolah merasa tercoreng di tengah-tengah masyarakat karena tidak mampu memperbaiki moral anak didiknya," kata Zainal Alim.

Gangguan Haid dan Siklusnya

Adapun gangguan haid dan siklusnya, adalah :

1. Hipermenorea (Menoragia)
    Hipermenorea adalah pendarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari ). Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium yang lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid ( irreguler endometrial shedding ), dan sebagainya. Pada gangguan pelepasan endometrium biasanya terdapat juga gangguan dalam pertumbuhan endometrium yang di ikuti dengan gangguan pelepasan pada waktu haid.

2. Hipomenorea
     Hipomenorea adalah pendarahan haid yang lebih pendek dan / atau lebih kurang dari biasanya. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita, pada uterus ( misalnya sesudah miomektomy), pada gangguan endokrin, dan lain-lain. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata, terapi terdiri atas menenangkan penderita. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.

Sabtu, 14 Desember 2013

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM

Salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang digunakan oleh masyarakat adalah AKDR, untuk memahami tentang AKDR berikut ini akan dibahas tentang pengertian AKDR, jenis AKDR, mekanisme kerja, efektivitas, indikasi pemasangan, kontra indikasi, keuntungan, kerugian, pemasangan AKDR, periksa ulang AKDR, efek samping dan komplikasi serta pengeluaran AKDR.

1.      Pengertian AKDR
AKDR adalah bahan inert sintetik (dengan atau tanpa unsur tambahan untuk sinergi efektifitas) dengan berbagai bentuk dipasangkan ke dalam rongga rahim untuk menghasilkan efek kontraseptif (Saifuddin, 2003), sedangkan definisi AKDR menurut BKKBN (2000) adalah jenis alat kontrasepsi yang terkuat dari bahan plastik halus, lembut dan lentur yang diletakkan dalam rongga rahim.

2.      Jenis AKDR

Rabu, 06 November 2013

Teknik Amputasi

Pengertian Amputasi

Amputasi berasal dari kata “amputare” yang kurang lebih diartikan “pancung”.

Amputasi dapat diartikan sebagai tindakan memisahkan bagian tubuh sebagian atau seluruh bagian ekstremitas. Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan dalam kondisi pilihan terakhir manakala masalah organ yang terjadi pada ekstremitas sudah tidak mungkin dapat diperbaiki dengan menggunakan teknik lain, atau manakala kondisi organ dapat membahayakan keselamatan tubuh klien secara utuh atau merusak organ tubuh yang lain seperti dapat menimbulkan komplikasi infeksi.


Kegiatan amputasi merupakan tindakan yang melibatkan beberapa sistem tubuh seperti sistem integumen, sistem persyarafan, sistem muskuloskeletal dan sisten cardiovaskuler. Labih lanjut ia dapat menimbulkan madsalah psikologis bagi klien atau keluarga berupa penurunan citra diri dan penurunan produktifitas.

Penyebab / faktor predisposisi terjadinya amputasi

Tindakan amputasi dapat dilakukan pada kondisi :

Senin, 21 Oktober 2013

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mual (nausea) serta muntah (emesis gravidarum) merupakan gejala yang normal dan seringkali terjadi saat masa kehamilan trimester I. Mual biasanya akan terjadi pada pagi hari, akan tetapi bisa pula terjadi setiap saat atau malam hari. Gejala-gejala tersebut terjadi lebih kurang 6 minggu sesudah hari pertama haid terakhir serta berlangsung selama lebih kurang selama 10 minggu. Mual serta muntah terjadi saat 60-80% primi gravida dan 40-60% multi gravida. Salah satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala tersebut menjadi lebih berat. rasa mual ini disebabkan oleh karena kadar hormon estrogen dan HCG (Human Chorionic Gonadrotropin) yang mengalami peningkatan dalam serum. Pengaruh Fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin dikarenakan sistem saraf pusat atau mungkin karena pengosongan lambung yang berkurang. Biasanya, wanita bisa menyesuaikan dengan kondisi ini, meski demikian gejala mual serta muntah yang berat bisa berlangsung hingga empat bulan. Pekerjaan sehari-hari tentu akan jadi terganggu serta keadaan umum menjadi buruk. Kondisi inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. Keluhan gejala serta perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit. (Prawirohardjo, 2002).